Sepertinya aku mulai merindu
Rinduku pada aksara, kata, paragraf yang sementara ini terus terpenjara dalam benak. Mungkin lebih tepatnya memenjarakan diri sebatas dalam dunia ide saja. Mereka membeku karena tangan ini telah lama tak berolahraga, menari di atas keyboard. 'Rindu" menjadi kata yang kugunakan dalam pengantar dan juga deskripsi blog ini. Keindahan kata yang selama ini kupalingkan mungkin saja sudah enggan menerimaku. Sampai-sampai untuk menulis prolog ini saja perlu usaha keras merampungkannnya sampai titik terakhir.
Kenapa jadi melankolis seperti ini ya,,,
Mungkin memang benar adanya. Kerinduan ini sudah memuncak. "Aku Galau". Ya, risau yang tengah menderaku telah berubah menjadi pecut. Tanpa ampun, ia terus saja mencambuk keegoan dan kemapanan otak ku menjalani rutinitas. Waktu selalu saja yang dipersalahkan, begitulah manusia. Padahal barisan kata masih saja setia menanti, berharap ku kembali menjemputnya di pengasingan,
Apa yang aku lihat, dengar, raskan, dan pikirkan telah terlewat begitu saja. Tanpa bekas. Ada momen-momen yang tak lagi kuingat. Padahal penggalan itu mungkin saja bermakna bagi perjalanan hidupku seterusnya. Atau paling tidak, ketika ku bisa mengingatnya, bisa jadi pembelajaran bagi ku sendiri dan orang-orang yang mau mendengarkan ceritaku.
Atau ketika ku melihat realitas yang berada di sekitarku. Begitu banyak kejadian yang unik, lucu, menyedihkan, menyenangkan, dan mungkin penting menurutku, tak sempat aku bagikan menjadi dokumentasi dari perubahan-perubahan ruang sosio kultur di sekeliling kita.
Kita (aku dan kamu)...ya kamu...bukanlah flasdish, atau hardisk yang bisa menata rapi data-data yang tersimpan di memori kita. Otak kita butuh perantara, butuh media yang bisa menghantarkan kita pada kekasih kita yang terasing. Kekasih yang selamanya kekal sampai akhir jaman.
Menulislah maka kau abadi
Keabadian memang masih menjadi diskursus yang selalu saja menarik diperbincangkan. Oleh karenanya, manusia berlomba-lomba menjadi penemu pertama keabadian. Ada yang mempercayai dengan melakukan ritual-ritual aneh yang kurang bisa dimengerti nalar kita. Ada yang melalui jalur ilmiah. Dalam film Transedence misalnya, Dr Will Caster, peran utama dalam film itu mencoba membuat dirinya abadi dengan mengkomputerisasikan otaknya. Ia yang diceritakan mati, akhirnya, melalui istri dantemannya mencoba mendigitalisasikan memori yang ada di pada dirinya. Cerita selengkapnya liat sendiri ya...
Yang perlu digarisbwahi adalah metodenya, dengan merekam ingatan dan mentransfernya dalam bentuk coding komputer. Ya,,ingatan memang menjadi sangat penting dalam perjalanan hidup manusia, tanpanya bisa saja kita hidup tanpa identitas yang jelas layaknya orang-orang yang kehilangan kewarasannya.
Kembali lagi dalam film Science Fiction itu, pada dasarnya ialah bagaimana kita mempertahankan eksistensi sebagai manusia di dunia ini. Kalau Dr Will Caster mencoba menhidupkan kembali eksistensinya secara materialistik, sebenarnya banyak tokoh dalam keidupan nyata yang juga masih eksis walau secara fisik sudah tak ada.
Aristoteles, Plato, Nietzsche, dan tokoh-tokoh lainnya misalnya. Sampai saat ini, mereka masih menjadi bahan perbincangan dan rujukan atas apa yang mereka pikirkan, lakukan, dan yakini. Dari hal ini, tentu kita bisa katakan bahwa sampai detik ini, mereka masih hidup karena eksistensi pemikiran mereka yang tak kunjung mati.
Artinya, apa yang kita pikirkan bisa menjadi sebuah manifestasi bagi perjalanan hidup manusia. tentu dengan catatan seberapa berpengaruhkah gagasan atau penemuan kita. Dan yang lebih penting lagi bahwa apa yang mereka lakukan selalu tersimpan dalam memori karena adanya catatan-catatan atau karya mereka. Jadi berkaryalah maka kau abadi. Dalam konteks ini, aku ingin menulis pergulatan dan perubahan hidup agar eksistensiku sebagai manusia takkan lekang di makan jaman.
Dua Blog
Sebenarnya, sudah ada blog yang kubuat, tapi kayaknya masroer.blogspot.com terlalu kaku untk tulisan-tulisan yang nantinya akan lebih santai dengan bahasa yang mendayu-dayu (sedikit alay and lebay). Jadi kuputuskan untuk membuat blog ini dengan tampilan yang lebih persenal, simple, dan terkesan santai.
Huuufftt..Siap-siap ngurus dua blog sekaligus !!! semoga mampu,,,
Semoga ide-ideku terus mengalir layaknya sungai yang terus dahaga mendapat pasokan dai mata air-mata air.
SEMOGA BERKENAN ....
Huuufftt..Siap-siap ngurus dua blog sekaligus !!! semoga mampu,,,
Semoga ide-ideku terus mengalir layaknya sungai yang terus dahaga mendapat pasokan dai mata air-mata air.
SEMOGA BERKENAN ....